GAMBARAN STATUS KESEHATAN SISWA KELAS TIGA
DALAM PROGRAM
UKS (USAHA KESEHATAN SEKOLAH)
DI SDN 2
MOJOLANGU MALANG
PROPOSAL PENELITIAN
Achmad Tirmidzi
NIM 1201100054

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIII
KEPERAWATAN MALANG
2014
GAMBARAN STATUS KESEHATAN SISWA KELAS TIGA
DALAM PROGRAM
UKS (USAHA KESEHATAN SEKOLAH)
DI SDN 2
MOJOLANGU MALANG
PROPOSAL PENELITIAN
Proposal ini Disusun
untuk Memenuhi Tugas Akhir
Achmad Tirmidzi
NIM 1201100054

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIII
KEPERAWATAN MALANG
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembangunan di Indonesia dimaksudkan untuk mewujudkan
cita-cita nasional, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan
kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Keberhasilan pembangunan
nasional suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumber daya masunisia (SDM)
yang berkualitas, yaitu SDM yang memiliki ketangguhan fisik, mental yang kuat,
dan kesehatan prima disamping penguasaan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi (IPTEK) (Jalal, 2008). Menurut Maginson (2008), Pendidikan
merupakan suatu upaya dalam proses pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sedangkan menurut Faishal
(2010), optimalisai dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) didukung oleh
adanya pembinaan terhadap kesehatan baik secara fisik, mental, dan sosial dalam
dunia pendidikan.
Salah satu upaya meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat dan lingkungan sekolah adalah didirikannya usaha kesehatan sekolah (UKS). Hal ini didukung oleh Smith (2012) yang
menyatakan bahwa Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah
usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta
didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu
(integrative) melalui program pendidikan dan penyuluhan kesehatan. Sedangkan Endjang (2000) menyatakan bahwa usaha kesehatan sekolah
(UKS) adalah upaya mencapai keadaan kesehatan anak-anak sekolah dan
lingkungannya sehingga dapat memberikan kesempatan tumbuh dan berkembang secara
harmonis serta belajar secara efisien dan opitimal.
Program
UKS terdiri dari tiga kegiatan utama yang disebut dengan Trias Usaha Kesehatan
Sekolah meliputi aspek pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta
pembinaan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat (Effendi, 1998). Menurut
Selvia
(2009:1) Pelayanan kesehatan pada peserta didik meliputi promotif, preventif,
kuratif dan rehabilitative, sedangkan pembinaan lingkungan sekolah sehat lebih
ditekankan pada lingkungan fisik, mental dan sosial.
UKS merupakan bagian dari program kesehatan anak usia
sekolah. Oka (2008) mengatakan yang dimaksud dengan usaha
kesehatan sekolah adalah segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan
kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan
mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai tingkat SMA/SMK/MA. Menurut Wong (2009),
usia sekolah adalah anak pada usia 6-12 tahun. Didalam periode ini didapatkan
banyak permasalahan kesehatan yang sangat menentukan kualitas anak dikemudian
hari meliputi kesehatan umum, gangguan perkembangan, gangguan perilaku, dan
gangguan belajar (amalia, 2014).
Sebagaimana
Negara berkembang lainnya, Indonesia masih menghadapi masalah tingginya
prevalensi penyakit infeksi terutama yang berkaitan dengan lingkungan yang
belum baik, (Depkes, 2004). Menurut Haris (2014) penyakit yang sering diderita
oleh anak usia sekolah adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), OTM (Otitis
Media Akut), dan caries gigi. Karakteristik penduduk dengan ISPA yang tertinggi
terjadi pada kelompok umur 1-14 tahun adalah 25,8% (Riskesdas, 2013). Menurut
survey yang dilakukan oleh DepKes pada tujuh propinsi di Indonesia pada tahun
2006 ditemukan insiden Otitis Media (atau yang oleh orang awam disebut sebagai
“congek”) sebesar 3% dari penduduk Indonesia. Sedangkan menurut screening data
yang dilakukan oleh PUSKESMAS Mojolangu terhadap siswa kelas 1 SDN 2 Mujolangu
Malang pada 2014 sejumlah 36 siswa ditemukan insiden ISPA (Infeksi Saluran
Pernapasan Akut) 2, OTM (Otitis Media
Akut) 7 siswa, dan caries gigi 28 siswa (Tim Pembina UKS SDN 2 Mojolangu
Malang, 2014)
Berdasarkan data diatas, maka peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian tentang “gambaran status kesehatan pada siswa kelas tiga di
SDN 2 Mojolangu Malang yang menjalankan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)”.
1.2
Rumusan Masalah
Bagaimana
gambaran status kesehatan pada siswa kelas tiga di SDN 2 Mojolangu Malang yang
menjalankan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)?
1.3
Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Megetahui gambaran status kesehatan pada siswa kelas
tiga di SDN 2 Mojolangu Malang yang menjalankan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
1.3.2 Tujuan Khusus
1)
Identifikasi Status Kesehatan individu siswa kelas
tiga di SDN 2 Mojolangu Malang yang menjalankan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
2)
Identifikasi status kesehatan lingkungan di SDN 2 Mojolangu
Malang yang menjalankan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
1.4 Manfaat
1.4.1 Manfaat Akademis
Dapat
dipakai sebagai bahan bacaan dan dapat menambah wawasan bagi mahasiswa dan
mahasiswi, serta dapat dijadikan bahan referensi dalam penelitian selanjutnya
yang ada hubunganya dengan status kesehatan siswa.
1.4.2 Manfaat Praktis
Orang
tua dan pendidik dapat memahami status kesehatan anak dapat berpengaruh
terhadap prestasi disekolah. Harapan berikutnya dapat meningkatkan jumlah orang
tua dan guru yang menyadari akan pentingnya status kesehatan anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar