Selasa, 13 Januari 2015

bab I



GAMBARAN STATUS KESEHATAN SISWA KELAS TIGA
DALAM PROGRAM UKS (USAHA KESEHATAN SEKOLAH)
DI SDN 2 MOJOLANGU MALANG


PROPOSAL PENELITIAN


Achmad Tirmidzi
NIM 1201100054










KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
2014
GAMBARAN STATUS KESEHATAN SISWA KELAS TIGA
DALAM PROGRAM UKS (USAHA KESEHATAN SEKOLAH)
DI SDN 2 MOJOLANGU MALANG



PROPOSAL PENELITIAN

Proposal ini Disusun
untuk Memenuhi Tugas Akhir

Achmad Tirmidzi
NIM 1201100054







KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN MALANG
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pembangunan di Indonesia dimaksudkan untuk mewujudkan cita-cita nasional, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Keberhasilan pembangunan nasional suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumber daya masunisia (SDM) yang berkualitas, yaitu SDM yang memiliki ketangguhan fisik, mental yang kuat, dan kesehatan prima disamping penguasaan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) (Jalal, 2008). Menurut Maginson (2008), Pendidikan merupakan suatu upaya dalam proses pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sedangkan menurut Faishal (2010), optimalisai dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) didukung oleh adanya pembinaan terhadap kesehatan baik secara fisik, mental, dan sosial dalam dunia pendidikan.
Salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan lingkungan sekolah adalah didirikannya usaha kesehatan sekolah (UKS).  Hal ini didukung oleh Smith (2012) yang menyatakan bahwa Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integrative) melalui program pendidikan dan penyuluhan kesehatan. Sedangkan Endjang (2000) menyatakan bahwa usaha kesehatan sekolah (UKS) adalah upaya mencapai keadaan kesehatan anak-anak sekolah dan lingkungannya sehingga dapat memberikan kesempatan tumbuh dan berkembang secara harmonis serta belajar secara efisien dan opitimal.
Program UKS terdiri dari tiga kegiatan utama yang disebut dengan Trias Usaha Kesehatan Sekolah meliputi aspek pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat (Effendi, 1998). Menurut Selvia (2009:1) Pelayanan kesehatan pada peserta didik meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative, sedangkan pembinaan lingkungan sekolah sehat lebih ditekankan pada lingkungan fisik, mental dan sosial.
UKS merupakan bagian dari program kesehatan anak usia sekolah. Oka (2008) mengatakan yang dimaksud dengan usaha kesehatan sekolah adalah segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai tingkat SMA/SMK/MA. Menurut Wong (2009), usia sekolah adalah anak pada usia 6-12 tahun. Didalam periode ini didapatkan banyak permasalahan kesehatan yang sangat menentukan kualitas anak dikemudian hari meliputi kesehatan umum, gangguan perkembangan, gangguan perilaku, dan gangguan belajar (amalia, 2014).
Sebagaimana Negara berkembang lainnya, Indonesia masih menghadapi masalah tingginya prevalensi penyakit infeksi terutama yang berkaitan dengan lingkungan yang belum baik, (Depkes, 2004). Menurut Haris (2014) penyakit yang sering diderita oleh anak usia sekolah adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), OTM (Otitis Media Akut), dan caries gigi. Karakteristik penduduk dengan ISPA yang tertinggi terjadi pada kelompok umur 1-14 tahun adalah 25,8% (Riskesdas, 2013). Menurut survey yang dilakukan oleh DepKes pada tujuh propinsi di Indonesia pada tahun 2006 ditemukan insiden Otitis Media (atau yang oleh orang awam disebut sebagai “congek”) sebesar 3% dari penduduk Indonesia. Sedangkan menurut screening data yang dilakukan oleh PUSKESMAS Mojolangu terhadap siswa kelas 1 SDN 2 Mujolangu Malang pada 2014 sejumlah 36 siswa ditemukan insiden ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) 2,  OTM (Otitis Media Akut) 7 siswa, dan caries gigi 28 siswa (Tim Pembina UKS SDN 2 Mojolangu Malang, 2014)
Berdasarkan data diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “gambaran status kesehatan pada siswa kelas tiga di SDN 2 Mojolangu Malang yang menjalankan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)”.
1.2    Rumusan Masalah
Bagaimana gambaran status kesehatan pada siswa kelas tiga di SDN 2 Mojolangu Malang yang menjalankan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)?
1.3    Tujuan
1.3.1   Tujuan Umum
Megetahui gambaran status kesehatan pada siswa kelas tiga di SDN 2 Mojolangu Malang yang menjalankan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
1.3.2   Tujuan Khusus
1)        Identifikasi Status Kesehatan individu siswa kelas tiga di SDN 2 Mojolangu Malang yang menjalankan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
2)        Identifikasi status kesehatan lingkungan di SDN 2 Mojolangu Malang yang menjalankan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)

1.4  Manfaat
1.4.1  Manfaat Akademis
Dapat dipakai sebagai bahan bacaan dan dapat menambah wawasan bagi mahasiswa dan mahasiswi, serta dapat dijadikan bahan referensi dalam penelitian selanjutnya yang ada hubunganya dengan status kesehatan siswa.
1.4.2  Manfaat Praktis
Orang tua dan pendidik dapat memahami status kesehatan anak dapat berpengaruh terhadap prestasi disekolah. Harapan berikutnya dapat meningkatkan jumlah orang tua dan guru yang menyadari akan pentingnya status kesehatan anak.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar